Find more me

Foto saya
Tangerang, Indonesia
Sederhana, bahagia, dan penuh cinta. Loves the smell of rain and new book. Her biggest obsession is to travel all around Indonesia. Oh, she's nice. Until you give her a reason not to be. ☺

Jumat, 17 Agustus 2012

Long time no see !

Udah lama banget ga nulis blog. Sibuk dengan kuliah dan ngajar. Haha. Maaf ya maaf.
Kangen nulis, makanya inget malem malem buka blog ini. :)

Malem ini gue lagi dengerin temen curhat. Tentang dia yang udah pacaran 4 tahun sama cowonya tapi mengalami kejenuhan. Jenuh karena rutinitas yang sama tiap hari, jenuh karena ga ada kejutan dalam hubungannya. Semua cerita dia matahin angan angan setiap cewe - menurut gue.

Karena cewe cewe sekarang lebih prefer utuk pacaran sama cowo yang lebih dewasa, mapan, dan bisa mengayomi. Nah disitulah point utama masalahnya.Contohnya kayak temen gue yang satu ini. Cowo dia lebih tua 10 tahun, mapan, dewasa, dan serius. Cuma dengan perbedaan umur yang segitu, mereka hanya bisa nemuin kecocokan semata. Bukan kebahagiaan. 

Hubungan bukan sekedar cocok. Tapi harus ada semacam sparkle yang ga pernah berhenti bersinar. Yang bisa selalu bikin hangat suatu hubungan. 
Bahagia bukan sekedar cocok. Bukan sekedar mapan. Bahagia adalah saat kita bisa nemuin seseorang yang gak pernah meminta apa apa, tapi kita rela memberikan segala galanya.

Gue yakin kita semua masih dalam proses pencarian. Maka itu gue ga bisa nyalahin sepenuhnya temen gue yang mulai nyari kebahagiaan lain. Dalam suatu perselingkuhan, okey let's say it as affair, sounds better. Dalam suatu affair dibutuhkan tiga orang yang berperan. Sepasang kekasih dan selingkuhannya. :)

So, never judge everyone who did it !
Semua orang berhak mencari dan memilih yang terbaik.

Selamat malam blog-ku :D 


1 komentar:

  1. tulisan mu ini mengingatkan ku pada kisah ku...
    sampai saat ini aku masih belum juga mengerti cinta itu apa..
    aku khawatir, jika demikian itu apakah puber ke-2 juga dinamakan cinta? sehingga seseorang di katakan sah-sah saja melakukakn affair karena merasa orang ketiga itu lebih baik dari istri/suaminya...

    BalasHapus